Kesehatan Mental di Masa Pandemi

 

Kesehatan kita di uji di masa pandemi ini. Dikarenakan dalam masa pandemi ini kita memikirkan kapan berakhirnya masa pandemi ini, Sehingga membuat kita stress dan itu berakibat atau berdampak pada Mental kita di saat situasi pandemi yang semakin maraknya di Indonesia maupun di luar negeri.

Ada beberapa stress yang di alami pada saat pandemi.

  • Sulitnya tidur dan kurangnya konsentrasi
  • Membuat kesehatan dan mental memburuk
  • Membuat pola tidur dan makan menjadi tidak teratur
  • Khawatir dan cemas akan kesehatan kita sendiri dan orang yang dekat dengan kita

Sebenarnya rasa cemas atau khawatir adalah hal yang bisa di katakan wajar. Bukan juga respon atau tindakan ini tidak bisa kita kendalikan. Menjaga stress bisa dengan cara yang sehat seperti berkomunikasi dengan orang-orang terdekat atau bisa juga dengan keluarga sekitar. Bisa juga dengan cara menjalani pola hidup yang sehat seperti berolahraga. Melakukan aktivitas yang kita suka atau mecari hobi baru yang juga dapat membuat stress kita menurun. Yang terakhir adalah bijak dalam menerima sebuah informasi mengenai Covid-19 yang dapat di cari melalui internet.

Selain melindungi atau menjaga mental diri sendiri, Kita juga harus berpartisipasi atau berperan menjaga kesehatan semua orang yang berada di sekitar kita. Disaat situasi pandemi ini rasa kepedulian sangat di butuhkan di karenakan semua orang juga meiliki rasa cemas dan khawatir akan masa pandemi ini. Kita juga harus menghentikan penyebaran Virus Covid-19 di area sekitar kita agar kita bisa terbebas dari masa pandemi ini.

Jangan sekali-sekali kita lemah dari masa pandemi ini, Walaupun kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Kita berharapan pandemi ini cepat berlalu agar kita dapat beraktifitas seperti yang seharusnya kita lakukan.

Pemerintah juga terus mengusahakan untuk membuat pandemi ini cepat berakhir dengan cara Vaksinasi, Sudah tercatat bahwa di Indonesia sudah kurang lebih 48.000.000 jiwa yang telah melakukan vaksinasi pada dosis yang pertama dan kurang lebih 20.000.000 jiwa yang telah melakukan vaksinasi pada dosis yang kedua. Ini yang tentunya terus meningkat dari hari ke hari.