Sulitnya Berpacaran Dengan Pasangan Yang Memiliki Masalah Mental

Sulitnya Berpacaran Dengan Pasangan Yang Memiliki Masalah Mental

Setiap hubungan pasti memiliki masalah. Dan kadang ada beberapa yang selalu menjadi masalah dalam hubungan. Yang itu lagi itu lagi. Dan biasanya itu adalah suatu kebiasaan dari salah satu orang yang menjadi sumber masalah. Misalnya kebiasaan buruk dari pasangan yang memiliki sifat pelupa. Dan itu selalu menjadi sumber permasalahan dalam hubungan. Sehingga banyak masalah yang muncul karen sifat itu. Sehingga memunculkan masalah. Tapi bagaimana jika masalah yang datang dari pasangan yang memiliki masalah mental.

Sulitnya Berpacaran Dengan Pasangan Yang Memiliki Masalah Mental

Seperti yang kita ketahui masalah mental bukan sesuatu yang bisa di sepelekan. Dan pada dasarnya semua orang memiliki masalah mental. Karena masalah mental berhubungan dengan stres. Dan semua orang memiliki stres masing-masing. Tapi ada yang masih bisa meng handle nya. Ada yang masih bisa mengkontrol stres nya itu sehingga tidak berujung atau sampai pada gangguan penyakit mental. Karena jika sudah menjadi gangguan penyakit mental, itu sangat berbahaya. Karena bisa mengganggu kegiatan mu, aktivitas mu, dan hubungan mu dengan banyak orang.

Dan masih ada banyak orang yang masih belum bisa menghandle hubungan atau respon terhadap orang yang memiliki gangguan penyakit mental. Dan ada juga yang bisa deal with it. Dan ada beberapa orang yang bahkan dengan tulus ingin membantu orang tersebut bisa menyembuhkan gangguan kesehatan mentalnya. Ingin dengan tulus menemani orang tersebut. Karena ktia tahu saat orang mengalami gangguan kesehatan mental. Mereka membutuhkan support penuh dari orang-orang yang dicintainya. Dari banyak orang. Sehingga dia bisa melewati masa itu. Masa-masa sulit. Dan ada beberapa orang memiliki pasangan dengan memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Dan tidak mudah dalam menjalani hubungan dengan pasangan yang memiliki issue dengan mentalnya.

Saat semua sedang baik-baik saja, pasti rasanya lancar, dan tidak ada masalah. Semua berjalan normal seperti layaknya hubungan pada umumnya. Tapi saat dia sedang kambuh, wah itu adalah momen-momen berat dalam hubungan. Pasangan nya harus bisa menenangkannya, mendampinginya, dan memberikan support penuh. Harus lebih banyak mengalah di kondisi seperti ini. Harus mengerti, dan bisa menempatkan diri. Harus bisa mengontrol emosi, dan kesadaran diri. Karena sekali dia tidak bisa mengontrol, maka akan runyam sekali.