Tersangka Pembunuh Wina Mardiani Mahasiswi Bengkulu Tewas

Tersangka mahasiswi Universitas Bengkulu dinyatakan meninggal Sabtu (21/12).
Tersangka Pardi (29) alias PI meninggal setelah berusaha bunuh diri sebelum menyerahkan dirinya ke polisi.

Tersangka Pembunuh Wina Mardiani Mahasiswi Bengkulu Tewas

Tersangka Pembunuh Wina Mardiani Mahasiswi Bengkulu Tewas

PI mendapatkan luka kritis disebabkan luka tusukan yang telah dia buat sendiri pada perut.
“Pelaku pembunuhan Wina Mardiani (20), atas nama Pardi sudah tewas. Telah dilakukan upaya dari tim medis, tetapi PI tidak dapat tertolong,” ucapĀ  AKP Indrawan Kusuma Trisna, Kasat reskrim Polres Bengkulu, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Selain menusuk perutnya sendiri, tersangka pembunuhan juga berusaha gantung diri.
Tim medis juga sudah mengerahkan bantuan alat pernapasan namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Seperti yang sudah diberitakan, pelaku Pardi atau PI sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pembunuhan Wina Mardiani mahasiswi Universitas Bengkulu.
PI diduga sakit hati karena korban sering meminta janji untuk segera memperbaiki motornya yang rusak akibat telah ditabrak pelaku.

Pelaku yang tak lain merupakan penjaga tempat kos di mana korban wina tinggal tersebut kemudian khilaf lalu membunuh korban.
Jasad korban baru ditemukan 3 hari setelah pembunuhan itu terjadi, Minggu (08/12) di belakang tempat kosnya di Jalan Beringing, Muarabangkahulu, Bengkulu.

Pelaku tersebut langsung pergi menggunakan motor korban setelah melakukan pembunuhan itu. “Setelah mengakui perbuatannya di depan istrinya, pelaku lalu pergi membawa motor,” kata Kapolsek Kerkap Ipda Aldinino.

Motor korban kemudian langsung dijual pada seorang penadah motor berinisial WL dan sekarang juga sudah ditetapkan menjadi tersangka. Kemudian PI langsung pergi bersembunyi ke dalam hutan kawasan Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.

Pada awalnya keluarga Pardi alias Pi, berniat akan menyerahkan tersangka pembunuhan ke Polsek Lintang Kanan tapi dengan syarat ada jaminan jika pelaku tidak diamuk massa.

Jaminan keluarga tersebut dapat dipenuhi polisi. Tetapi sebelum selesai usaha negosiasi keluarga bersama polisi, pelaku nekat menusukkan pisau ke perutnya lalu menggantung dirinya menggunakan tali.

Kemudian PI di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, dan tim medis juga sudah mengerahkan bantuan alat pernapasan namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *