SEORANG PEMANDU WISATA DI MAUMERE

Kisah Jatuh Bangun Dari Seorang Pemandu Wisata Di Maumere

Salah satu zona yang terdampak pandemi Covid- 19 merupakan pariwisata. Kebijakan PPKM dari Tingkat 1 sampai 4 membuat beberapa posisi wisata terpaksa tidak dapat beroperasi. Akibatnya, banyak para pemandu wisata di wilayah tersebut kehabisan pekerjaan, sebab tidak terdapat turis yang berkunjung.

Semacam yang dirasakan Elisa Digma Dari, seseorang pemandu wisata di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Saat sebelum pandemi Covid- 19, dia melaksanakan banyak perihal di zona pariwisata, semacam membuka kafe kecil, freelance guide, serta marketing paket wisata pariwisata di daerah Flores ke kedekatan bisnis di luar Pulau Flores. Sepanjang menggeluti bermacam pekerjaan itu, secara finansial ia tidak hadapi kesusahan.

Sebab dia telah mengenali dalam setahun terdapat high season serta low season. Elis mengaku, dikala wabah virus covid- 19 masuk di Flores pada dini Maret 2020, dirinya belum merasakan akibat sebab tabungan masih lumayan. Kebutuhannya juga masih tercukupi olehnya.

Jualan sayur sampai rujak, Tidak hanya buka kedai kopi, Elis pula berupaya jadi agen Dapur Kita( jualan sayur organik secara online). Sayur itu diambil dari Bumdes Angkatan udara(AU) Wula Desa Detusoko Barat.

Sehabis penjualan sayur organik menyudahi, dia berupaya peruntungan dengan beternak babi. Babi- babi perliharaanya juga tumbuh dengan baik. Tetapi, apes, belum terdapat hasil, seketika timbul virus Flu Babi Afra. 15 ekor babi peliharaannya juga tumbang tanpa sisa. Dengan peristiwa itu, Elis mengaku tidak keluar rumah nyaris 2 bulan lamanya. Tetapi, ia bersyukur sebab di dekat, banyak orang- orang baik yang senantiasa berikan semangat serta anjuran yang baik.

Elis pula mengatakan, terdapat alibi dirinya memilah menjual rujak serta santapan lokal. Karena, di wilayahnya tersebut kebanyakan masyarakat bekerja selaku petani. Dengan begitu, dia dapat menolong menjual hasil kebun warga di lingkungannya.

Elis meningkatkan, dirinya menjual rujak serta santapan lokal itu via media sosial. Orang yang berminat membeli, dapat memesan via Facebook serta WhatsApp. Elis pula berharap, pandemi Covid- 19 lekas berakhir supaya zona pariwisata kembali hidup serta pula perekonomian pula dapat kembali normal.