Arsip Kategori: Hotnews

Nasi Goreng Seafood Kalimantan Dibanderol Rp 1,7 Juta

Nasi Goreng Seafood Kalimantan Dibanderol Rp 1,7 Juta

Nasi goreng dengan aroma perpaduan bumbu gurih dari olahan Restoran Seafood Kalimantan, Surabaya, yang ada di Citraland. Tidak sekedar enak, nasi goreng ini juga terkenal super mahal harganya.

Untuk menikmati nasi goreng seafood pengunjung harus merogoh dompet sebesar Rp 1.688.000. Semua itu bukan tanpa sebab, nasi goreng dengan resep rahasia tersebut bakal menguras dompet.

Hidangan spesial ini terdiri dari 3 kg nasi goreng, 1,5 kg lobster, 1,6 kg kepiting, 500 gram sampai 1 kg cumi juga udang goreng maupun calamari. Dilengkapi balado kerang kampak / kerang totok dikenal sebagai oysternya Indonesia. Juga bumbu khusus dan resep rahasia restoran.

Jangan khawatir dulu sebab nasi goreng super lezat ini dapat dimakan keroyokan dengan 10 orang saat makan. “Yang membuat paling mahal merupakan lobster juga kepiting,” ucap Yulia, pemilik restoran, Jumat (3/1).

Pada bumbu dapat disesuaikan. Seperti olahan kepiting asam manis atau berdasarkan permintaan pengunjung restoran. Tidak hanya Seafood Kalimantan restoran ini juga menyajikan berupa olahan hasil tangkapan dari nelayan yang masih segar.

Seperti kakap merah, ikan belitong, juga ikan pe. Namun paling banyak disukai orang adalah ikan bintang timur / kerapu sungu. Ikan bintang timur adalah rajanya kerapu dengan daging super halus,  di Cina ikan bintang timur adalah makanan mewah.

“Namun di Indonesia ada juga dan kita langsung dapat dari nelayan. Rutin setiap hari ada tangkapan baru, sebenarnya kita dapat request macam tapi ini yang paling diminati konsumen,” tambah Yulia.

Bukan hanya itu, Seafood Kalimantan juga menawarkan kepiting super jumbo 1 kg ke atas, juga ada yang mencapai 3 kg. Yulia menyarankan supaya pesan terlebih dahulu agar disimpankan karena jumlah terbatas.  Ada juga Nasi Goreng Lobster utuh harganya mulai Rp 200.000,- sampai lebih dari Rp 1.000.000,-tergantung besar lobsternya seberapa.

Pihaknya juga menyediakan nasi goreng termahal di Indonesia, Rp 888.888,- juga nasi goreng Rp 1.688.888,- yang isinya adalah lobster besar, kepiting super jumbo, udang windu jumbo, juga cumi serta kerang. Untuk menu nasi goreng termahal, disarankan untuk memesan sehari sebelumnya melalui telepon. Restoran ini berkomitmen memanjakan kuliner dengan seafood dan sungguh hidup, tidak sekedar segar.

Terjadi Penganiayaan Suami Yang Berujung Kematian Istri Di Madura

Mosa bin Sajid (39) Asal Dusun Sendih,  Cangkareman, Kec. Konang, Bangkalan mengaku menyesal telah menganiaya istrinya (24/12).

Terjadi Penganiayaan Suami Yang Berujung Kematian Istri Di Madura

AKBP Rama Samtama Putra mengatakan pihaknya sudah dapat mengungkap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang telah dilakukan Mosa kepada istrinya yang mengakibatkan korban luka berat kemudian meninggal dunia.

“Istri tersangka atau korban bernama Nima (37)  asal Desa Pamolaan, Kec. Camplong, Sampang, Madura. Kejadian penganiayaan Mosa kepada Nima tersebut telah berlangsung lama dan terjadi di Konang, Bangkalan,” ucap Rama.

Kejadian itu terungkap ketika  korban dijemput keluarganya dari Camplong menuju Konang untuk dibawa pulang. Melihat kondisinya lumpuh juga mengalami kebutaan serta luka memar di sekujur tubuhnya.

Nima kemudian dibawa menujnu  RSUD Muhammad Zyn Sampang. Dua hari berselang  dari keterangan rumah sakit, korban dapat dirawat jalan kemudian dibawa pulang.

Kemudian sehari berikutnya korban Mina meninggal. Sabtu (21/12), lalu keluarga korban membuat laporan polisi kemudian ditindaklanjuti bersama serangkaian tindakan penyelidikan.

Pihak Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga berkoordinasi dengan rumah sakit juga meminta visum. Kemudian berawal penyelidikan setelah mendapat hasil visum medis korban. Terhitung 24 jam setelah dilaporkan ke Polres Bangkalan, pelaku berhasil diamankan Minggu pukul 23.00. ”Kami amankan pelaku  di rumahnya,” terang AKBP Rama Samtama Putra .

Dari keterangan tersangka penganiayaan itu dilakukan berkali-kali kepada korban dan bermotifkan jengkel. Saat korban disuapi makanan oleh tersangka, kemudian makanan itu disemburkan ke mukanya juga disaat diberi obat, korban tidak mau menelannya.

Karena jengkel penganiayaan itu pun terjadi. Polisi melakukan pendalaman. Sekeluarga telah menjalani pemeriksaan dan status mereka adalah saksi.

Kelumpuhan diderita korban berlangsung lima bulan dan kebutaan sepuluh tahun lalu. ”Tersangka lupa mulai kapan melakukan penyiksaan tersebut,  Ini saking seringnya,” kata Rama.

Di hadapan media tersangka mengaku menyesali perbuatannya yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia,  Menurutnya saat diberi makan juga air minum, istrinya selalu memuntahkannya. ”Kemudian Saya bilang jika kena mata gak enak, namun tetap disemburkan. Saya menyesal,” ujar pria empat anak itu, kemudian ia tersenyum.

Obat yang diberikan kepada istrinya itu belum pernah diminum. Kemudian Mosa sesekali memakai kayu untuk dipukulkan. ”Saya memang salah. Istri saya sering terjatuh,” imbuhnya. ”Sudah ya, terima kasih semuanya,” imbuh dia mengundang gelak tawa wartawan dan polisi.

Atas perbuatannya, Mosa dikenakan pasal 44 ayat 1 dan 2 atau ayat 3 juncto pasal 5 huruf a UU 23/2004 tentang Penghapusan KDRT dan atau pasal 351 ayat 2 dan ayat 3 KUHP. Hukuman pidana 7–15 tahun penjara.

Seperti diberitakan, Nima, perempuan tengah hamil tujuh bulan itu tewas setelah dianiaya anak dan suaminya. Nima diduga sering diperlakukan tidak pantas oleh Mosa suaminya. Ketiga anak kandung beserta istri muda Mosa diduga juga terlibat.

Tersangka Pembunuh Wina Mardiani Mahasiswi Bengkulu Tewas

Tersangka mahasiswi Universitas Bengkulu dinyatakan meninggal Sabtu (21/12).
Tersangka Pardi (29) alias PI meninggal setelah berusaha bunuh diri sebelum menyerahkan dirinya ke polisi.

Tersangka Pembunuh Wina Mardiani Mahasiswi Bengkulu Tewas

PI mendapatkan luka kritis disebabkan luka tusukan yang telah dia buat sendiri pada perut.
“Pelaku pembunuhan Wina Mardiani (20), atas nama Pardi sudah tewas. Telah dilakukan upaya dari tim medis, tetapi PI tidak dapat tertolong,” ucap  AKP Indrawan Kusuma Trisna, Kasat reskrim Polres Bengkulu, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Selain menusuk perutnya sendiri, tersangka pembunuhan juga berusaha gantung diri.
Tim medis juga sudah mengerahkan bantuan alat pernapasan namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Seperti yang sudah diberitakan, pelaku Pardi atau PI sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pembunuhan Wina Mardiani mahasiswi Universitas Bengkulu.
PI diduga sakit hati karena korban sering meminta janji untuk segera memperbaiki motornya yang rusak akibat telah ditabrak pelaku.

Pelaku yang tak lain merupakan penjaga tempat kos di mana korban wina tinggal tersebut kemudian khilaf lalu membunuh korban.
Jasad korban baru ditemukan 3 hari setelah pembunuhan itu terjadi, Minggu (08/12) di belakang tempat kosnya di Jalan Beringing, Muarabangkahulu, Bengkulu.

Pelaku tersebut langsung pergi menggunakan motor korban setelah melakukan pembunuhan itu. “Setelah mengakui perbuatannya di depan istrinya, pelaku lalu pergi membawa motor,” kata Kapolsek Kerkap Ipda Aldinino.

Motor korban kemudian langsung dijual pada seorang penadah motor berinisial WL dan sekarang juga sudah ditetapkan menjadi tersangka. Kemudian PI langsung pergi bersembunyi ke dalam hutan kawasan Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.

Pada awalnya keluarga Pardi alias Pi, berniat akan menyerahkan tersangka pembunuhan ke Polsek Lintang Kanan tapi dengan syarat ada jaminan jika pelaku tidak diamuk massa.

Jaminan keluarga tersebut dapat dipenuhi polisi. Tetapi sebelum selesai usaha negosiasi keluarga bersama polisi, pelaku nekat menusukkan pisau ke perutnya lalu menggantung dirinya menggunakan tali.

Kemudian PI di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, dan tim medis juga sudah mengerahkan bantuan alat pernapasan namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.